Warga setempat bermain di Pantai Dulibala, Alor, NTT

KOMPAS.com – Jangan mengaku sudah menjelajahi pantai-pantai terindah di Indonesia jika Anda belum berkunjung ke Pantai Dulibala. Sepotong surga kecil di perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste itu berlokasi di Desa Elok, Kecamatan Alor Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pantai dengan keindahan warna gradasi hijau dan biru yang kontras dengan pasir putihnya ini. Penuh keelokan yang akan mengundang decak kagum dari pengunjung. Pesisir pantainya memanjang sekitar 1,5 kilometer yang dibatasi oleh perbukitan karang.

Salah satu objek yang menarik adalah perbukitan karang yang berlubang di tengahnya karena abrasi ombak sepanjang waktu. Masyarakat setempat biasa menyebutnya “batu lobang”. Untuk menuju ke “batu lobang”, pengunjung harus memanjat agar dapat mengitari bukit karang terjal.

Meskipun keindahannya cukup termasyhur di kalangan warga pesisir Alor Timur, pantai ini masih tergolong sangat sepi pengunjung. Hal itu disebabkan karena perjalanan menuju ke Dulibala harus melewati medan yang cukup sulit. Hanya kendaraan tertentu yang bisa sampai ke pantai ini.

Jika pengunjung berasal dari luar NTT, bisa merapat di dermaga Kalabahi atau jika menggunakan pesawat bisa mendarat di bandara Mali. Kalabahi adalah ibu kota Kabupaten Alor. Untuk menuju Kecamatan Alor Timur pengunjung harus melewati perjalanan darat selama 5 jam dengan panser atau oto penumpang hingga Desa Maritaing, ibu kota Kecamatan Alor Timur.

Dari Desa Maritaing, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan dengan medan perbukitan kapur yang terjal dengan motor atau mobil 4WD. Dibutuhkan sekitar 45 menit untuk mencapai Pantai Dulibala. Meskipun medan sulit, tetapi pengunjung akan termanjakan dengan pemandangan pantai dan padang ilalang di sepanjang jalan.

Medan perjalanan yang sangat sulit tersebut membuat hanya sedikit wisatawan yang mau mengunjungi objek wisata ini. Untuk menuju ke sana pun harus ada warga setempat yang menjadi pemandu perjalanan. Padahal pantai ini bisa menjadi sebuah objek wisata untuk menambah daftar kunjungan wisatawan perbatasan.

Yang lebih menarik, saat Kompas.com berkunjung ke pantai ini, warga sengaja membeli ikan langsung dari nelayan untuk dibakar di pantai. Ikan belo-belo adalah salah satu ikan khas daerah ini. Sedangkan untuk minuman, pengunjung bisa langsung mengambil dari sumur air tawar yang sangat segar dan bersih meskipun jaraknya hanya 15 meter dari pantai.

Karena jauh dari pemukiman penduduk, pantai ini juga memberikan perasaan damai dan tenang. Memberi pengunjung waktu untuk menikmati sensasi wisata perbatasan Indonesia.